Berbagi Pengalaman Tentang Sakit Biduren / Kaligata

Tulisan ini lahir karena saya ingin berbagi pengalaman tentang penyakit Biduren.
Saya 2 minggu lalu sakit biduren ( kaligata ) yg di sebabkan alergi udara dingin.
Terakhir saya terkena biduren ini yaitu +/- 12 tahun yang lalu,
yaitu saya inget bener penyakitku kambuh waktu saya di Jogja setelah mandi sore.
Entah kenapa badan langsung gatel,muncul bentol-bentol merah.Kata saudara saya,
saya kena Biduren.Dan langsung di suruh minum obat CTM ( beli di warung ).
Pucuk di cinta ulam tiba.Nggak berapa lama bidurenku sembuh,sampai .....

Awal bulan kemaren,tepatnya pas musim hujan tiba.Biduranku mulai kambuh lagi.
Maklumlah udara di musim hujan kan lembab & dingin.Disitulah penyakitku
mulai "beraksi" kembali.Seperti biasalah penyakit ini aku anggap sepele saja.
Minum CTM spt dulu lagi, eh ternyata bandel juga nggak mau sembuh, saya datangi
toko obat china,katanya suruh minum obat Incidal,ampuh katanya . . .
( 1 tablet Rp.2500 utk 1 hari 1 tablet ),memang sich langsung sembuh...
tapi kalau kena udara dingin lagi / turun hujan,kambuh lagi,begitu seterusnya.
Belum lagi saya kerja di ruang ber-AC.Entah sudah berapa tablet Incidal aku telan.
Hasilnya tetap nihil...Aduh ....tambah pusing

Sampai suatu malam tgl.18-02-09 jam 20.00 wib biduran saya tambah parah,
hampir seluruh tubuh menjalar seperti jamur yang mengganas saja.
Langsung nggak berpikir panjang saya pergi ke dokter umum terdekat.

Di sana saya langsung di suntik "Dexmatitis".
Anjuran dokter waktu itu:
- jaga pola makannya yaitu harus makan nasi & sayur-sayuran dulu sampai
penyakitnya sembuh benar.
- Pantangan :
*.Makan - makanan dingin,daging,gorengan,pedas dll
*.Pokoknya sengsara dech..

Obat yang di berikan waktu itu yaitu
- Suntik "Dexmatistis"
- Loratadine 10 mg ( 10 Tablet, 2 x 1 tablet:harus sesudah makan )
- Tablet "Dexmatistis" ( 30 Tablet,3 x 2 tablet:harus sesudah makan )

Alkhamdulillah...biduranku sudah sembuh total.

Hikmah yg aku dapat yaitu Penyakit sepele apapun JANGAN PERNAH DI ANGGAP SEPELE !

Demikianlah sedikit berbagi pengalaman dan saya tulis dengan bahasa sangat seadanya.
Saya berharap tulisan ini bisa bermanfaat untuk semua, amin

Terima Kasih, salam sehat untuk semua

Comments :

1
komentar mengatakan...
on 

Saya mengalami 3 kali biduren, masing-masing berlangsung selama 7 bulanan. Pertama 1996/1997, kedua 2003, dan ketiga 2005. Awalnya biduren kecil di bagian perut sekitar pusar, makin lama makin menyebar sampai ke muka. Muka merah bintul-bintul gatel; pipi, dahi, sampai kuping semua kebagian, bedanya ada yang tebal ada yang tipis. Strees pol pokoknya. Apalagi kalau mau rapat sedangkan muka lagi biduren, ... waahh minder lah. Minum obat ctm, Incidal?, ora ngefek!. Kalau sudah gak betah saya pergi ke dokter spesialis alergi, disuntik, minum obat lameson 8mg dan 2 obat lagi saya lupa. Habis suntik bercak-bercak biduren hilang, tapi besoknya muncul lagi. Begitu terus tiap hari sampai 7 bulan baru sembuh. Oh ya, makan bawang putih membuat ketebalan dan luas pulau bidur lebih sempit dan tipis, lumayan. Tahun 1997 ketika kumat di Mekah saya minum dan mandi air zam-zam, sembuh, alhamdulillah. Tapi tahun 2003 muncul lagi bahkan lebih dahsyat, lebih tebal dan hampir merata bagian badan sampai kepala. Paha pun ikut biduren. Obatnya sama dengan di atas yaitu disuntik dan minum lameson terus sampai 7 bulan. Suntiknya hanya sekali-sekali, kalau parah sekali. Mukaku jadi bulat dan tebal, kata orang karena efek samping lameson tersebut. Sembuhnya setelah 7 bulan. Tahun 2005 kambuh lagi, waduuh stess lagi!!. Berobat dengan cara yang sama, juga sembuh setelah 7 bulan. Alhamdulillah sekarang tidak kumat lagi, semoga begitu seterusnya. Yang berbeda adalah betis saya senantiasa saya jaga agar ototnya tidak keras, habis olahraga dipijit-pijit biar tetap empuk. Siapa tahu dari betis ini penyebabnya.

Posting Komentar